Selasa, 25 Agustus 2015

Waspadalah! Kanker Pita Suara Incar Para Perokok


Berbagai masalah kesehatan mengintai para perokok, mulai dari kepala hingga kaki, salah satunya kanker pita suara atau laring.

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes), Prof dr Tjandra Yoga Aditama, SpP(K), DTM&H, MARS, DTCE., mengatakan penyakit ini mengintai perokok dengan peluang 40 kali lebih banyak dibandingkan mereka yang tidak merokok.

"Mereka yang merokok lebih dari 25 batang per hari, atau seseorang yang sudah merokok lebih dari 40 tahun, punya risiko mendapat kanker laring 40 kali lebih banyak daripada bukan perokok," ujar dia dalam keterangan tertulisnya, Minggu.

Menurut dia, hal ini terjadi karena bahan karsinogen pada asap rokok yang terpapar bertahun-tahun akan menyebabkan perubahan epitel laring, menjadi displasia difus dan kemungkinan dapat berubah menjadi kanker.

Tjandra mengungkapkan, kematian akibat kanker ini adalah 20 kali lebih sering pada perokok daripada bukan perokok.

Kanker laring umumnya ditandai dengan gejala suara serak yang terjadi selama berbulan-bulan,, suara yang tiba-tiba menghilang setelah banyak bicara, sulit menelan makanan dan minuman.

Selain merokok, faktor risiko lain untuk kanker laring di antaranya, kebiasaan minum alkohol berlebihan, umum (50-60 tahun), riwayat keluarga, gender (lebih sering pada pria), diet (daging merah,makanan olahan) dan Human Papiloma Virus (HPV).

Dia menambahkan, pnelitian Balitbangkes menunjukkan, di Indonesia sekitar 60% pria dan sedikit di bawah 5% perempuan adah perokok.

sumber : antara.com

Senin, 24 Agustus 2015

Doa Anak Hafal Al-Quran ini Mampu Bangun dan Sembuhkan Ayahnya yang Koma Selama 15 Tahun


Ketika Asmaa bertanya ke mana ayahnya, aku selalu merahasiakannya. Aku hanya menjawab ayahnya suatu saat nanti akan kembali. Tapi, kini Asmaa sudah berusia 15 tahun. Ia juga sudah hafal Al Qur’an dan terlihat lebih dewasa dari usianya. Maka kuceritakan apa yang sebenarnya terjadi.
Pada 9 Ramadhan tahun 1395 H, mobil Abu Salmaa terbalik saat pulang dari tempat kerja di Timur Saudi menuju Riyadh. Kecelakaan itu begitu hebat hingga membuatnya langsung koma. Ia segera dilarikan ke rumah sakit. Tim dokter spesialis yang menanganinya mengatakan, suamiku mengalami kelumpuhan otak. 95 persen otaknya telah mati.

Aku terus menungguinya. Bulan demi bulan. Tahun demi tahun. Ujian kesetiaan datang, ketika lima tahun berlalu dan suamiku belum juga sadarkan diri. Sebagian orang menyarankan aku menikah lagi dengan didukung oleh rekomendasi seorang Syaikh. “Tidak,” jawabku saat itu. “Selama suamiku belum dikubur, aku akan tetap menjadi istrinya.”
Aku pun kemudian berkonsentrasi untuk mentarbiyah Asmaa, di samping bergantian dengan keluarga menunggui suami di rumah sakit. Aku kemudian memasukkan Asmaa ke sekolah tahfidz hingga jadilah ia hafal Qur’an.

Sejak tahu ayahnya koma di rumah sakit, Asmaa selalu membersamaiku ke sana. Ia mendoakan dan meruqyah ayahnya, ia juga bersedekah untuk ayahnya.
Hingga suatu hari pada tahun 1410, Asmaa meminta ijin menginap di rumah sakit. “Aku ingin menunggui ayah malam ini” pintanya dengan nada mengiba. Aku tak bisa mencegah.
Malam itu, Asmaa duduk di samping ayahnya. Ia membaca surat Al Baqarah di sana. Dan begitu selesai ayat terakhirnya, rasa kantuk menyergapnya. Ia tertidur di dekat ayahnya yang masih koma. Tak berapa lama kemudian, Asmaa terbangun. Ada ketenangan dalam tidur singkatnya itu. lalu, ia pun berwudhu dan menunaikan shalat malam.

Selesai shalat beberapa raka’at, rasa kantuk kembali menyergap Asmaa. Tetapi, kantuk itu segera hilang ketika Asmaa merasa ada suara yang memanggilnya, antara tidur dan terjaga. “Bangunlah… bagaimana mungkin engkau tidur sementara waktu ini adalah waktu mustajab untuk berdoa? Allah tidak akan menolak doa hamba di waktu ini”

Asmaa pun kemudian mengangkat tangannya dan berdoa. “Yaa Rabbi, Yaa Hayyu…Yaa ‘Adziim… Yaa Jabbaar… Yaa Kabiir… Yaa Mut’aal… Yaa Rahmaan… Yaa Rahiim… ini adalah ayahku, seorang hamba dari hamba-hambaMu, ia telah ditimpa penderitaan dan kami telah bersabar, kami Memuji Engkau…, kemi beriman dengan keputusan dan ketetapanMu baginya…

Ya Allah…, sesungguhnya ia berada di bawah kehendakMu dan kasih sayangMu.., Wahai Engkau yang telah menyembuhkan nabi Ayyub dari penderitaannya, dan telah mengembalikan nabi Musa kepada ibunya… Yang telah menyelamatkan Nabi Yuunus dari perut ikan paus, Engkau Yang telah menjadikan api menjadi dingin dan keselamatan bagi Nabi Ibrahim… sembuhkanlah ayahku dari penderitaannya…

Ya Allah… sesungguhnya mereka telah menyangka bahwasanya ia tidak mungkin lagi sembuh… Ya Allah milikMu-lah kekuasaan dan keagungan, sayangilah ayahku, angkatlah penderitaannya…”
Sebelum Subuh, rasa kantuk datang lagi. Dan Asmaa pun tertidur.
“Siapa engkau, mengapa kau ada di sini?” suara itu membangunkan Asmaa. Ia menoleh ke kanan dan ke kiri. 

Mencari sumber suara. Tak ada orang. Betapa bahagia dirinya, ternyata suara itu adalah suara ayahnya. Ia sadar dari koma panjangnya. Begitu bahagianya Asmaa, ia pun memeluk ayahnya yang masih terbaring. Sang ayah kaget.
“Takutlah kepada Allah. Engkau tidak halal bagiku” kata sang ayah.
“Aku ini putrimu ayah. Aku Asmaa” tak menghiraukan keheranan sang ayah, Asmaa segera menghubungi dokter dan mengatakan apa yang terjadi.

Para dokter yang piket pada pagi itu hanya bisa mengucapkan “masya Allah”. Mereka hampir tak percaya dengan peristiwa menakjubkan ini. Bagaimana mungkin otak yang telah mati kini kembali? Ini benar-benar kekuasaan Allah.

Sementara Abu Asmaa, ia juga heran mengapa dirinya berada di situ. Ketika Asmaa dan ibunya menceritakan bahwa ia telah koma selama tujuh tahun, ia hanya bertasbih dan memuji Allah. “Sungguh Allah Maha Baik. Dialah yang menjaga hamba-hambaNya” simpulnya.
Demikianlah, aku sangat berbahagia dengan keajaiban dari Allah ini. Aku hanya bisa bersyukur kepada Allah yang telah mengokohkan kesetiaanku dan membimbingku untuk mentarbiyah putriku...

Minggu, 23 Agustus 2015

Bayi Ini Mengalami Kerusakan Pada Otaknya Setelah Digendong Ayahnya


Sempuran - Memiliki seorang momongan adalah suatu kebahagiaan besar bagi pasangan yang baru menukah. menambah keceriaan dan memupuk hubungan harmonis dalam rumah tangga. meskipun sulit untuk merawat si kecil, membuat kesenangan tersendiri.

terkadang pasangan baru atau pun yang sudah lama menikah yang sudah menjadi orang tua merasa kewalahan, bahkan terlalu berlebihan dalam memperlakukan bayinya terutama bayi yang masih berumur dibawah 1 tahun. terlalu imut dan gemesin.

Nah, maka dari itu ada pelajaran yang harus diperhatikan ketika kita baru menjadi orang tua, salah satunya ketika kita menggendong si kecil. pada umur dibawah 1 tahun kepala bayi sangat rentan dan belum cukup kuat untuk menahan tekanan. nah ini ada kejadian dialami seorang bayi, di mana setengah otaknya terpaksa diangkat setelah diguncang-guncangkan saat ia berumur delapan bulan.

Cheyenne Rae yang berasal dari Spartanburg County, South Carolina, mengalami kerusakan otaksetelah ayahnya James Davis Jr, menggendong dan mengguncang bayi ketika dia tidak berhenti menangis pada tahun 2012 lalu.

Ayah bayi ini berpisah dengan istrinya kemudian merawat gadis kecilnya. Namun akibat kejadian tersebut, ia kemudian dihukum 10 tahun penjara setelah mengaku bersalah.

Cheyenne sendiri mengalami keretakan pada tengkoraknya dan menderita pendarahan pada otak, namun ajaibnya ia berhasil melewati masa krisis. Dan kini sang bayi sudah tumbuh dan saat ini berumur 4 tahun.

Meskipun demikian, perawatan medis terus dilakukan dan ia kini menjalani terapi bicara, karena ia sangat lambat untuk melakukannya akibat banyak sekali sel-sel syaraf di otaknya yang hilang.

Ini adalah pelajaran bagi kita semua sebagai orangtua, untuk tidak mengguncangkan atau menggoyang-goyangkan bayi dengan keras. Apalagi kita tahu, jika tulang-tulang mereka masih sangat rawan.

Ini tips aman dan nyaman ketika kita menggendong bayi

Mendekatlah Pada si Bayi

Untuk mengangkat bayi, pertama-tama mendekatlah pada si bayi, lalu selipkan satu tangan kita di bagian leher dan kepala untuk menyangganya. Lalu letakan tangan yang satu untuk menopang punggung dan pantatnya.

Letakan Bayi di Lipatan Siku

Saat menggendong, letakan/rebahkan kepala bayi dilipatan siku kita lalu sangga pantatnya dengan telapak tangan. Sekarang bayi bisa kita angkat dengan aman. Ingat lakukan selalu dengan gerakan perlahan. Jangan lupa untuk memegangnya erat-erat, lalu perlahan dekatkan bayi ke arah dada kita. Saat mengangkat bayi dari tempat tidurnya, posisi kepala sejajar dengan bagian tubuh lainnya sedangkan jika sudah dalam gendongan maka posisi kepala bayi harus selalu lebih tinggi dari bagian tubuh lainnya.

Dekat Bayi Pada Dada Kita

Dengan mendekatkan bayi pada dada kita, maka bayi akan merasa senang karena bisa mendengarkan suar detak jantung kita.

Meletakan Bayi

Untuk meletakan bayi di ranjangnya, turunkan tubuhnya dulu hingga menyentuh kasur. Selama itu sangga terus kepalanya, baru setelah tubuh bayi benar-benar aman di atas kasur, tarik tangan kita dari kepalanya dengan perlahan.

Ini 10 Penyakit yang Masih Misteri dan Belum ada Obatnya


Penyakit Misterius di Dunia – Biasanya, tiap penyakit diketahui sebabnya. Karena itu, obatnya bisa ditemukan. Namun ada beberapa penyakit yang tak diketahui sebabnya dan tak ada obatnya. Ada juga yang diketahui sebabnya, namun obatnya belum juga ditemukan. Berikut 10 penyakit yang misterius, tak diketahui sebabnya atau belum ditemukan obatnya.

1. AIDS
Nama aslinya Acquired Immune Deficiency Syndrome alias turunnya kemampuan imun tubuh. Sehingga tubuh akan lemah dengan segala jenis penyakit ringan. Sejak dua puluh lima tahun sejak pertama kali diidentifikasi, masih belum ditemukan obat untuk penyakit in. AIDS masih duduk sebagai pembunuh manusia yang paling ampuh, terutama di negara-negara berkembang. Penyakit ini diduga dimulai dari simpanse dan melompat ke manusia. Antar manusia menular melalui hubungan badan dan penggunaan jarum secara bergantian.

2. Alzheimer
Alzheimer adalah gangguan otak degeneratif yang memiliki gejala berbeda di masing-masing penderitanya. Biasanya ditandai dengan bingung, lupa atau pikun sering mempengaruhi kebanyakan orang di usia tua mereka. Penyebab yang tepat tidak dimengerti dan tidak dapat diobati secara efektif.

3. Demam
Kalangan medis masih sedikit tahu soal apa sebenarnya demam itu. Bahkan walau satu miliar kasus diperkirakan di Amerika Serikat setiap tahun, dokter masih tahu sedikit tentang hidung meler, kenapa dingin merangsang batuk hingga akar penyebab sakit kepala. Sering kali, bukan resep antibiotik yang bisa membantu penyakit ini reda, namun menunggu hingga reda sendiri dan makan sup ayam.

4. Flu Burung
Manusia tidak memiliki kekebalan terhadap virus flu yang kuat dibawa oleh burung. Usai tertular dari burung, virus ini dapat menular antar manusia. Tingkat kematian untuk terinfeksi manusia adalah sekitar 50 persen.
5. Pica
Orang yang didiagnosis dengan Pica memiliki dorongan tak terpuaskan untuk makan zat non-makanan seperti kotoran, lem kertas, dan tanah liat atau yang lainnya. Meskipun diyakini dihubungkan dengan kekurangan mineral, pakar kesehatan tidak menemukan penyebab pasti dan obat untuk gangguan aneh ini.

6. Gangguan autoimun
Sebuah istilah untuk sejumlah penderitaan termasuk penyakit Lupus atau Arthithis Rhematoid. Pada penderita gangguan autoimun, imun tubuh justru mendeteksi organ-organ tubuh sebagai musuh, sehingga organ organ tubuh malah diserang. Maka organ tubuh jadi lemah bahkan rusak. Tak diketahui penyebabnya, dan dokter hanya bisa mengurangi gejalanya.
7. Skizofrenia
Para ahli menganggap penyakit ini paling membingungkan dari jenis gangguan mental. Penderita biasanya tak mampu untuk secara logis membedakan antara realitas dan fantasi. Gejalanya mulai liar, delusi, halusinasi, bicara tidak teratur, kurangnya motivasi atau emosi.

8. Penyakit Creutzfeldt-Jakob
Penyakit ini adalah versi dari gangguan otak langka, yang lebih dikenal “Mad Cow” atau sapi gila. Penyakit ini diduga berasal dari konsumsi daging sapi yang terkontaminasi. Pada penyakit ini reaksinya cepat. Kalangan medis belum mengetahui sebab utamanya dan belum bisa mencegah.

9. Sindrom Kelelahan Kronis
Kelelahan kronis adalah gejala fisik yang secara medis bisa dijelaskan. Namun pada sindrom kelelahan kronis, pasien lebih dari sekadar merasa lelah, pasien sering tidur, bahkan selama berhari-hari pada suatu waktu.

10. Penyakit Morgellons
Ini penyakit kulit. Gejalanya mirip dalam film fiksi. Penderita mengeluh kulit rasanya seperti tersengat, ruam atau seperti luka. Di bawah kulit muncul serat aneh. Beberapa di komunitas medis menyalahkan penyakit ini terkait pada delusi psikotik, tetapi yang lain mengatakan gejala yang sangat nyata. Tak diketahui penyebabnya, apalagi obatnya.

Islam Melarang Kita Mencabut Uban, karena Alasan yang Sudah TERBUKTI Secara Ilmiah


sempuran - Jika sains modern baru menemukan sekitar tiga tahun lalu terkait bahaya mencabut uban, maka Agama Islam telah melarang umatnya sejak 1400 tahun lalu agar tidak mencabut rambut putih ini.

Munculnya uban kerap membuat tidak nyaman sehingga ingin segera mencabut atau mengganti warnanya dengan warna lain. Tidak sedikit pula yang mencabut uban dengan alasan supaya tampak tetap muda.

Uban merupakan rambut yang berubah warna dari hitam menjadi putih dan dianggap sebagai sebagai konsekuensi dari usia tua. Dahulu, uban hanya muncul bagi mereka yang telah lanjut usia, namun kini orang yang masih berusia muda bahkan masih anak-anak ada yang rambutnya sudah beruban. Hal ini disebabkan karena faktor genetis ataupun asupan nutrisi dari makanan yang diperolehnya.

Munculnya uban kerap membuat tidak nyaman sehingga ingin segera mencabut  atau mengganti warnanya dengan warna lain. Tidak sedikit pula yang mencabut uban dengan alasan supaya tampak tetap muda.

Ternyata kegiatan mencabut uban dilarang dalam dunia medis. Menurut laporan terbaru dari Livescience.com, rambut abu-abu yang kemudian memutih ini bisa menjadi tanda yang baik sehat. Studi ini dilakukan oleh peneliti dari Museo Museo Nacional de Ciencias Naturales di Spanyol, Ismael Galvan pada tahun 2012 lalu.

Dalam studinya Ismael Galvan telah menemukan bahwa orang yang memiliki uban justru panjang umur dan sehat.  Uban muncul karena berkurangnya kadar melanin yang merupakan faktor utama yang menentukan warna kulit dan rambut seseorang. Kebanyakan melanin akan membuat kulit dan rambut tubuh menjadi gelap. Jika melanin berkurang, ini pertanda bahwa tubuh sehat dan kulit menjadi normal.

Ismael Galvan menambahkan, mencabut uban berbahaya bagi kepala karena akan merusak  kondisi folikel, akar rambut dan saraf-saraf kepala. Dengan mencabut uban akibatnya jumlah rambut akan menipis lalu uban akan terlihat lebih banyak meskipun jumlahnya sama. Selain itu, kerusakan folikel akan berdampak pada kesehatan selaput kepala.

“Jauh dari tanda terkait penuaan, uban mengindikasikan kondisi yang baik,” ungkap Ismael Galvan

Sudah dilarang sejak 1400 tahun silam
Jika sains modern baru menemukan sekitar tiga tahun lalu terkait bahaya mencabut uban, maka Agama Islam telah melarang umatnya sejak 1400 tahun lalu agar tidak mencabut rambut putih ini. Melalui Nabi Muhammad SAW, Allah memerintahkan agar tidak mencabut uban dengan alasan keimanan. Namun ternyata, tidak melulu soal iman, Allah memiliki alasan medis tersendiri terhadap larangan ini.

Muhammad bin Hibban At Tamimi rahimahullah, yang lebih dikenal dengan Ibnu Hibban, dalam kitab Shahihnya menyebutkan pembahasan “Hadits yang menceritakan bahwa Allah akan mencatat kebaikan dan menghapuskan kesalahan serta akan meninggikan derajat seorang muslim karena uban yang dia jaga di dunia.”

Selain itu, Ibnu Hibban membawakan hadits berikut. Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Janganlah mencabut uban karena uban adalah cahaya pada hari kiamat nanti. Siapa saja yang beruban dalam Islam walaupun sehelai, maka dengan uban itu akan dicatat baginya satu kebaikan, dengan uban itu akan dihapuskan satu kesalahan, juga dengannya akan ditinggikan satu derajat,” (HR. Ibnu Hibban dalam Shahihnya. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan).

Penelitian yang umumnya dilakukan oleh non muslim kerap kali menjadi penguat terhadap kebenaran Islam. Pengetahuan ini didapatkan Nabi Muhammad pada saat zaman masih sangat jauh dari sains dan teknologi. Dimana perintah dan larangan yang Ia berikan, hanya dilakukan  oleh umatnya sebagai bentuk ketaatan atas keimanan kepada Allah SWT. Namun ternyata, perintah dan larangannya memang mengandung pengetahuan yang tidak dibayangkan sebelumnya. Subhanallah....

Sumber  :  infoyunik.com

Jumat, 21 Agustus 2015

Fakta Ilmiah Tentang Wudhu : Dahsyatnya Manfaat Wudhu Bagi Kita


Berwudhu, merupakan sesuatu yang dikerjakan ketika hendak menjalankan ibadah salat. Namun tahukah Anda, bahwa dengan berwudhu, juga dapat membuat wanita (Muslimah) menjadi lebih cantik.

Rasulullah SAW bersabda: “Barang siapa tidur di malam hari dalam keadaan suci (berwudhu’) maka Malaikat akan tetap mengikuti, lalu ketika ia bangun niscaya Malaikat itu akan berucap ‘Ya Allah ampunilah hamba mu ‘si fulan’, karena ia tidur di malam hari dalam keadaan selalu suci’”. (HR Ibnu Hibban dari Ibnu Umar R.A.)

Banyak dalil yang menjelaskan, bahwa dengan Anda berwudhu, maka kita menjaga kebersihan. Daerah yang dibasuh ketika hendak berwudhu adalah tangan, muka dan kaki.
Itu semua merupakan bagian tubuh yang rentan bersentuhan dengan kotoran dan debu. Maka dengan berwudhu, maka lepas pula kotoran yang menempel di sekitarnya.   

Dengan mencuci kedua tangan, Muslim atau Muslimah dapat menjaga kebersihan tangan. Kita juga bisa menjaga kebersihan kulit wajah bila kita rajin berwudhu. Selain itu, kita juga bisa menjaga kebersihan daun telinga dan telapak kaki kita, artinya dengan sering berwudhu kita dapat menjaga kesehatan tubuh kita.

Prof Leopold Werner von Ehrenfels, psikiater dan neurology dari Austria, menemukan sesuatu yang menakjubkan tentang air wudhu. Ia mengemukakan, bahwa pusat-pusat syaraf yang paling peka, yaitu dahi, tangan, dan kaki. Pusat-pusat syaraf tersebut sangat sensitif terhadap air segar.

Ada pula komentar dari Mokhtar Salem dalam bukunya “Prayers a Sport for the Body and Soul” menjelaskan, bahwa wudhu dapat mencegah kanker kulit. Jenis kanker ini banyak disebabkan oleh bahan-bahan kimia yang setiap hari menempel dan terserap oleh kulit.

Apabila dibersihkan dengan air (terutama saat berwudhu, red), maka bahan kimia tersebut akan larut bersama air. Selain itu, wudhu juga dapat membuat seseorang menjadi tampak lebih muda.

Dengan demikian, terbukti bahwa wudhu memiliki dampak baik bagi kesehatan dan juga wajah agar tetap cantik, awet muda dan selalu terjaga kesuciannya.

Via : Aktual.com

Kamis, 20 Agustus 2015

Jangan Pernah Pencet Jerawat Yang Tumbuh di Telinga


Jerawat yang hadir di telinga terasa sakit dan sangat mengganggu. Namun jangan pernah berpikir untuk memencetnya. Kenapa?

Hal itu karena kuku Anda penuh dengan kuman, dan memencet jerawat bisa menyebarkan bakteri dari tangan ke jerawat. "Hal itu dapat memperburuk infeksi yang ada," kata Joel Cohen, M.D., dermatolog yang tinggal di Colorado.

Sebaliknya, gunakan kapas untuk mengoleskan gel benzoil peroksida langsung ke jerawat sampai itu sembuh. Benzoil peroksida memiliki sifat anti-inflamasi dan antimikroba, yang dapat mengatasi peradangan dan juga membunuh bakteri penyebab jerawat.

Untuk mencegah jerawat muncul di telinga, Anda harus lebih rajin dalam menjaga kebersihan telinga. Setiap kali Anda mencuci wajah, biasakan untuk membasuh telinga Anda dan kemudian mengeringkannya secara perlahan. Itu bisa sedikit membantu untuk menghilangkan debu dan kotoran yang menempel di telinga.

sumber: merdeka.com